May 11th, 2013
sayingimages:

Follow Saying images for more great quotes

sayingimages:

Follow Saying images for more great quotes

May 8th, 2013

hari delapan

Ini tulisan yang saya harap akan menjadi berkala. Delapan-delapan belas-dua puluh delapan. Kenapa harus angka delapan, sejak dulu saya memang suka angka ini. delapan, angka yang tidak pernah putus.

Jadi, begini mekanismenya di setiap hari delapan setiap bulannya saya akan bercerita mengenai kebodohan yang saya alami. baiklah mari kita mulai;

kebodohan yang saya alami, terjadi kemarin pagi. Sebagai deadliner dan on-timer sejati saya selalu berangkat dan tiba tepat waktu. 20 menit sebelum kelas dimulai, saya bersama diego berangkat menuju kampus tercinta. Saat di perempatan yang sungguh luar biasa penuh sesak kendaraan, saya terpaksa harus menghentikan diego yang sepertinya sedang bergairah untuk terburu-buru. Tiba-tiba (ini kejadian seram!) dari samping saya motor melewat saya dan menggelindis(ini berlebihan) jari kaki saya. Sebenarnya tidak menggelindis karena dia langsung cepat tanggap mengerem namun tetap saja jari-jari kaki saya kaku dan tak berasa. 

Kemudian saya dan diego melaju tanpa menghiraukan motor itu. ternyata bapak itu seorang yang baik, ia bertanya apakah saya tidak apa-apa. saya hanya menggelengkan kepala dan meminta diego mempercepat dikarenakan saya sudah telat. Tapi bapak tersebut menyusul saya dan diego, dan sekali lagi menanyakan, “DEK KAMU TIDAK APA-APA”….., “gapapa pak” ujar saya bodoh.

Ketika sampai dikampus saya sebagai on-timer sejati tergesa menuju kelas. Kemudian saya melupakan rasa tak mengenakan pada jari kaki saya.

Ketika saya sudah menyelesaikan tugas saya, saya melihat jari kaki saya yang biru-biru lebam. Saat saya tiba dirumah, saya menceritakan hal yang menimpa saya kepada ibu saya…. kemudian mamah dengan marah, jadi kamu ga minta ganti rugi, seenggaknya minta nomor hp dan ktpnya gimana sih. Makannya jangan berangkat tepat waktu, biar ga linglung.

Jadi jari biru karena tergilis motor sedikit harus diantisipasi dengan tidak menjadi on-timer lagi sekian dan terimakasih sudah menyimak. Sebenarnya kebodohan dimananya juga saya bingung, apakah bagian saya tidak meminta pertanggungjawaban? emangnya saya kenapa:(. atau bagian saya bercerita kepada mamah………. hahahahahaha sudahlah. 

April 11th, 2013
20 April 2013, Ayo datang dan ramaikan :-)

20 April 2013, Ayo datang dan ramaikan :-)

April 10th, 2013
March 31st, 2013

Kalian harus akui, kalo diriku berhasil membuat topi Angola di event pertama sebagai mahasiswa HI, GINTRE! hahahahahahahah :*

Asik ya, bisa kepo seenaknya..

Menjejaki kehidupan orang lain di era modern ini sangat menarik iya bahasa lainnya kepo tau ko tau.

Eh tapi ngebayangin gak sih kalo makhluk-makhluk dengan kepo akut kaya gue ini dilahirkan di jaman yang belum kaya sekarang. Yang dengan mudah kamu bisa tau jejak kehidupan dia, dari kelahiran dia di akun sos-mednya.

Asik ya hidup di era sekarang.

Terus kenapa?

Iya terus, harusnya jadi lebih mudah buat kita untuk mendesign masa depan, kata siapa kita ga bisa men-design impian kita, bisa ko. Ya kalo ga kejadian, berarti design kita itu salah perhitungan, simple. Karena  dengan tau jejak kehidupan orang-orang tersebut bisa jadi inspirasi yang luar biasa buat design kita.

Tapi kenyataannya ga semudah itu. Justru semakin banyak tau soal jejak hidup seseorang, justru pikiran kita bercabang. Karena manusiawi, kita pasti mau ambil putih aja, dan lupa soal hitam. Kita lupa kalo kita gabakal tau itu putih kalo ga ada hitam.

Kadang terlalu banyak yang kita tau itu ga baik. Lebih baik mengenal dirinya lewat bagaimana ia memperlihatkan dirinya bukan dengan kita memaksa mengenal dirinya.

Drama dong?

Hidup itu drama ko. Tenang aja kamu bisa pilih mau jadi sutradaranya, pemainnya, produsernya, atau kameranya.

Intinya, jangan takut bahkan kalau cuman jadi pemain pembantu-pun ada ko penghargaannya.

Kamu tau banyak soal mereka, dan pingin jadi seperti mereka, tapi kalo kamu ga suka, kan repot hehehehe. Jadi ga perlu jadi seperti mereka. Jadi apa yang kamu suka aja, udah cukup. Soal mereka hebat, gausah jadi mereka yang hebat tapi jadi diri kamu yang kamu suka, hebat dan super itu bonus ko.

March 29th, 2013

Angin kering itu berhembus kembali

Rupanya ia tak mengenal lelah
Kali ini tidak membuat kebakaran hebat.
Namun kekeringan itu justru menimbulkan pedih yang mendalam
Yang asalnya kokoh, perlahan-lahan lapuk
Semudah itu?

Semudah itu?
SEMUDAH ITU?

seharusnya tidak.

March 12th, 2013

Jadi ceritanya besok itu UTS Indonesian Politics atau Budaya Politik Kampus…

Jadi ceritanya, lagi belajar…

Lagi belajar buat uts besok, baca slide cari bahannya browsing baca slide yang ga ngerti browsing sampe tiba-tiba nemuin sebuah blog. Iya blog Senior HI yang sekarang udah gatau kemana soalnya Blog itu cuman cerita sampe dia lulus dari HI Unpar. Entah kenapa sejak kuliah kalau lagi browsing tiba-tiba bisa nyampe aja ke blog siapa yang entah-kenapa ada aja kaitannya sama HI dan Unpar.

 Baca-baca archievenya (maaf penyakit keponya udah stadium 4) sampe nemu tulisan yang mirip-mirip dengan judul diatas. Hemeh.

Cerita tentang fisip……. Is that true that even FISIP’s wall have an ears? Cerita tentang kehidupan mahasiswa fakultas ilmu SOSIAL dan ilmu POLITIK. Tentang sosialita kampus tentang perpolitikan kampus. Amorf yang terjadi di periode ini mungkin selalu terjadi setiap tahunnya. Para sosialita yang bermain politik, sesuai dengan nama fakultasnya, FISIP.

Jadi dari blognya si kaka tersebut, ternyata emang budaya politik yang terjadi saat ini itu udah terjadi dari sejak zaman dia dan mungkin zaman sebelum zaman dia dan seterusnya. Budaya yang bikin perpolitikan suasana di kampus beganah begonoh getah getih gula merah.

Budaya keksistensian seseorang, cerita-cerita aneh yang dibuat untuk ngejatuhin orang lain, habis manis sepah dibuang, antara pintar dan cerdas, dan lain sebagainya. Itu turun-menurun. Legacy, tapi dari sejak kapan?

Let’s be more further serious, Indonesian Politics, kekinian Indonesia saat ini warisan dari era ke era, dari era Majapahit sampai era Reformasi. Ada benang merahnya, walau zaman udah berubah tapi politik tetep politik.

Politics are still politics.

 Waktu masih berseragam dulu apa pernah membayangkan kalau budaya perpoltikan di kampus itu (mungkin) bayangan kecil politik negeri ini. Politik yang tetap punya benang merah yang sama politik yang diwarisi dari generasi sebelumnya. Why Indonesian Politic is unstable? The answer is only; LEGACY.

Dad had ever said it to me, he told me that if Indonesia wants go further, there’s must be one generation who willing to succumb. No revenge.

 ————————————————————————————————————-

 Sekarang balik lagi ke blog si senior tersebut. Dari ceritanya, mungkin dia mengekspresikan kegalauannya saat menjadi mahasiswa tersebut. Iya sama kaya aku hari ini detik ini nulis gini dan di post. Kegalauan menjadi mahasiswa dalam tingkat amorf ini menemukan kepuasan tersendiri saat mengetahui pernah ada orang yang merasakan hal yang sama dan dia tetap baik-baik saja. Bagaimanapun yang terjadi sudah menjadi budaya. Entah fungsinya menjadi latensi atau bagaimanapun tanpa merasakan budaya perpolitikan kampus mungkin akan sulit dalam memahami politik Indonesia, tidak bisa dipungkiri segala hal yang akan kita lakukan di masa depan (masa depan yang mana?) akan berkaitan dengan politik negeri ini.

Maka belajarlah dari sekarang untuk mengatasi budaya yang telah mengakar ini!

Stay foolish and Hungry! *kisses

March 8th, 2013
Gosip dong gosip…
Around Fisip People
January 31st, 2013

*buka gallery* terus nemu foto ini, makan dengan segala tata cara - table manner - sunguh sangat lelah. 

By the way, rindu loh.